Sayapnya telah patah
Tertumbuk oleh waktu
Di mana seluruh jagad berkiblat ke Barat
Begitupun pula anaknya
Sehingga sayap itu terinjak-injak oleh kaki-kaki
yang mulai kekar dan mulai bisa mencengkeram
Dan sayap itu berdarah…parah……tumpah
Tercengkeram oleh anaknya sendiri
Garuda itupun tidak lagi bisa berdiri tegak
Dengan pandangan lurus ke depan dan sejuta semangat di dada
Ya… dia tak bisa lagi seperti itu
Anaknya yang sangat ia banggakan
Lebih bangga tererami oleh Elang
Dia kini hanya bisa berdiri lunglai
Dengan pandangan tertunduk lesu tertancap pada tanah
Meratapi putra-putrinya
Yang lebih bangga berbalut garis-garis merah putih bertabur bintang,
Ataupun secarik kain putih bersilang merah darah
Semerah tetesan darah yang mencair dari mata
Mata sang Garuda
Garuda belum lagi bisa berdiri tegak dan mendongak
Tatkala selimut merah putih kebanggaannya
Tercabik compang-camping oleh cakar anaknya
Dan sesaat sebelum cakar itu menembus jantungnya
Si Garuda berkata,
“ Elang bukan matiku, Garuda kecil matiku ! “
GARU…….daahhh !
Salam Budaya!!!
berawal dari sekumpulan anak Filsafat yang "agak gila" dengan berkegiatan dalam wadah seni dan budaya. Terbentuklah sebuah Forum Seni dan Budaya Retorika di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Dengan beraneka ragam isi dan kapasitas, kami berkegiatan, berkumpul ( ngopi, pesta sajak, repertoar, dll).
Didalam sekumpulan kegiatan, terdapat beberapa divisi, yang antara lain :
teater, sastra, film, multimedia, kriya, musik,tari. Eh ada lagi, divisi bingung bisa dimasukkan jugah... hehehe... just jokes...
Mari duduk, berbincang dan berkarya bersama kami Forum Seni dan Budaya Retorika.
Didalam sekumpulan kegiatan, terdapat beberapa divisi, yang antara lain :
teater, sastra, film, multimedia, kriya, musik,tari. Eh ada lagi, divisi bingung bisa dimasukkan jugah... hehehe... just jokes...
Mari duduk, berbincang dan berkarya bersama kami Forum Seni dan Budaya Retorika.
Langganan:
Postingan (Atom)